Sabtu, 10 November 2018

Pembahasan Lengkap Hukum Permintaan dan Penawaran (Bunyi, Rumus, Kurva, dan Contohnya)

IKLAN ANDA

Berikut adalah pembahasan tentang, Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran, bunyi hukum permintaan, bunyi hukum permintaan,

Hukum Permintaan dan Asumsi yang Mendasarinya

Hukum permintaan merupakan rumusan yang menjelaskan hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang yang diminta pada jumlah barang yang diminta merupakan variabel yang dipengaruhinya.

Hukum permintaan berbunyi:

“Jika harga suatu barang naik, jumlah barang yang diminta per unit waktu akan turun. Begitu sebaliknya, jika harga suatu barang turun, jumlah barang yang diminta per unit waktu akan naik.”

Adapun asumsi yang mendasari hukum permintaan adalah faktor-faktor lain selain harga yang memengaruhi jumlah barang yang diminta dalam keadaan tetap sama (ceteris paribus). Keadaan lain yang harus tetap sama antara lain pendapatan konsumen, harga barang, dan selera konsumen.

Acuan dari semua permintaan adalah kebutuhan individu. Namun, dalam analisis harga dan jumlah barang diminta yang menjadi acuan adalah permintaan pasar yaitu penjumlahan total dari semua permintaan individu. Contohnya, pada suatu pasar terdapat 5 konsumen individual, yaitu A, B, C, D, dan E.

Kelima konsumen tersebut, memiliki jumlah permintaan yang berbeda-beda terhadap suatu barang per unit waktu pada berbagai tingkat harga. Jumlah barang yang diminta per unit waktu pada berbagai tingkat harga dari setiap konsumen tersebut dapat dilihat pada Tabel berikut.

Permintaan Individu dan Permintaan Pasar per Unit Waktu pada Berbagai Tingkat Harga dalam Suatu Pasar

Pembahasan Lengkap Hukum Permintaan dan Penawaran (Bunyi, Rumus, Kurva, dan Contohnya)

Jika hubungan harga dan jumlah barang yang diminta tersebut digambarkan dalam sebuah kurva, terbentuklah dua kurva permintaan, yaitu kurva permintaan individual dan kurva permintaan pasar. Untuk lebih jelas perhatikan Kurva diatas dan Kurva  berikut.

Pembahasan Lengkap Hukum Permintaan dan Penawaran (Bunyi, Rumus, Kurva, dan Contohnya)

Kurva 1 dan Kurva 2 berbentuk miring, turun dari kiri atas ke kanan bawah. Kurva seperti ini dikatakan memiliki kemiringan negatif. Hal ini disebut dengan hukum permintaan dengan kemiringan negatif (law of downward sloping demand), yang berlaku pada hampir semua barang. Di samping berbentuk melengkung (cembung ke titik ordinat), kurva permintaan bisa juga berbentuk garis lurus (linear).

Pergeseran kurva permintaan dinamakan pergeseran permintaan (shift in demand) atau disebut pula perubahan permintaan (change in demand). Hal ini terjadi jika perubahan harga (change of price) tidak dipengaruhi pendapatan naik, jumlah barang yang diminta pada tingkat harga tertentu per unit waktu akan cenderung meningkat. Hal ini menyebabkan kurva permintaan akan bergeser ke kanan. Begitupun sebaliknya. Hal ini dapat dilihat pada Kurva  berikut.

Pembahasan Lengkap Hukum Permintaan dan Penawaran (Bunyi, Rumus, Kurva, dan Contohnya)

Pada Kurva 3, D adalah kurva permintaan semula, D’ adalah kurva permintaan setelah pendapatan naik, dan D” adalah kurva permintaan setelah pendapatan turun. Selain dapat digambarkan dalam kurva, hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta juga dapat dirumuskan secara matematis dalam sebuah fungsi permintaan. 

Melalui fungsi permintaan, dapat diketahui hubungan antara variabel bebas (independent variable) yaitu harga dan variabel tidak bebas (dependent variable), yaitu jumlah barang yang diminta, dengan asumsi faktor-faktor lain tetap. Adapun bentuk umum dari fungsi permintaan dapat dirumuskan sebagai berikut.
Pembahasan Lengkap Hukum Permintaan dan Penawaran (Bunyi, Rumus, Kurva, dan Contohnya)

Dari fungsi permintaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa jika harga gula putih sama dengan 0, jumlah gula putih yang diminta adalah 50 ton. Adapun jumlah gula putih yang diminta akan 0 jika harganya Rp25.000,00.

Berdasarkan fungsi permintaan tersebut, dapat ditentukan pula jumlah gula putih yang diminta pada berbagai tingkat harga antara 0 sampai dengan Rp25.000,00, seperti ditunjukkan oleh Tabel 2 berikut.

Pembahasan Lengkap Hukum Permintaan dan Penawaran (Bunyi, Rumus, Kurva, dan Contohnya)

2. Hukum Penawaran dan Asumsi yang Mendasarinya

Hukum penawaran merupakan rumusan yang menjelaskan hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang yang ditawarkan perusahaan pada berbagai tingkat harga selama jangka waktu tertentu. Dalam hal ini, harga barang merupakan variabel yang berpengaruh. Adapun jumlah barang yang ditawarkan merupakan variabel yang dipengaruhi.

Hukum penawaran berbunyi:

“Jika harga suatu barang naik, ceteris paribus (keadaan lain tetap sama), jumah barang yang ditawarkan per unit waktu akan bertambah. Begitu sebaliknya, jika harga suatu barang turun, ceteris paribus, jumlah barang yang ditawarkan per unit waktu akan turun.”
Asumsi yang mendasari hukum penawaran adalah faktor-faktor lain selain harga yang memengaruhi jumlah barang yang ditawarkan ceteris paribus. Faktor-faktor lain yang harus tetap sama antara lain biaya produksi, harga barang lain, dan tingkat teknologi. Hal yang dianalisis pada penawaran konsumen adalah hubungan jumlah barang yang ditawarkan dengan harga pasar atau hubungan antara harga pasar dan jumlah barang yang akan diproduksi dan dijual, dengan asumsi keadaan lain tetap tidak berubah.

TAGS: 
#hukum permintaan,
#hukum permintaan dan penawaran,
#hukum permintaan adalah,
#bunyi hukum permintaan dan penawaran,
#hukum permintaan berbunyi,
#hukum permintaan menyatakan bahwa jumlah permintaan berbanding,
#hukum permintaan ekonomi,
#hukum permintaan yang bersifat ceteris paribus artinya,
#hukum permintaan dan kurva permintaan,


EmoticonEmoticon