Senin, 12 November 2018

Pengertian Pasar Persaingan Tidak Sempurna, Macam-macam, Jenis Dan Contohnya Secara Lengkap

IKLAN ANDA

Berikut adalah pembahasan tentang: Pengertian Pasar persaingan tidak sempurna, macam-macam pasar persaingan tidak sempurna, Pasar monopoli, pengertian pasar monopoli, contoh pasar monopoli, kabaikan dan keburukan pasar monopoli, pasar oligopoli,

Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Imperfect Competition Market)

Cermati contoh ilustrasi berikut. Pada suatu pasar terdapat sebuah perusahaan minyak yang memiliki tenaga kerja yang cukup banyak. Hal tersebut memengaruhi harga minyak di pasar. Ilustrasi tersebut menggambarkan salah satu bentuk pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competition market). Jadi, pasar persaingan tidak sempurna akan terbentuk jika salah satu syarat dari pasar sempurna tidak terpenuhi.

Pasar persaingan tidak sempurna jika dilihat dari aspek penjual dan pembelinya dapat dikelompokkan menjadi pasar monopoli, pasar oligopoli, pasar persaingan monopolistik, pasar monopsoni, dan pasar oligopsoni.

Pasar persaingan tidak sempurna dibedakan menjadi empat macam yaitu: 

1) Pasar Monopoli

Pasar monopoli merupakan situasi pasar di mana hanya terdapat satu penjual (single firm) komoditi atau barang ini tidak ada penggantinya (substitusi) yang sangat mirip (close substitute). Oleh karena dalam pasar monopoli hanya ada satu penjual, pada pasar ini tidak terdapat pesaing sehingga penjual (monopolis, berasal dari bahasa Yunani mono = satu dan polist = penjual) berkuasa untuk mengubah jumlah dan harga barang di pasar.

Dewasa ini bentuk pasar monopoli sudah jarang sekali. Di Indonesia pasar monopoli dikenal pada Perusahaan Listrik Negara (PLN), perusahaan Kereta Api Indonesia (KAI), dan Perusahaan Air Minum (PDAM).

Pengertian Pasar Persaingan Tidak Sempurna, Macam-macam, Jenis Dan Contohnya Secara Lengkap
Contoh Pasar Monopoli Dalam Bidang Jasa Angkutan Yang Ada Di Indonesia Adalah PT KAI

Beberapa kebaikan pasar monopoli, yaitu sebagai berikut.


  1. Di Indonesia, monopoli yang dilakukan negara terhadap cabangcabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang Contoh transportasi kereta api untuk rakyat, bus kota, listrik, air bersih (PDAM).
  2. Pemberian hak paten dan hak penjualan tunggal (exclusive franchise) dapat mendorong pengusaha untuk menemukan produk-produk inovatif yang dibutuhkan masyarakat.
  3. Dengan adanya monopoli alamiah, harga suatu produk dapat lebih murah.
  4. Monopoli akan memacu perusahaan untuk selalu meningkatkan daya saing, baik secara lokal maupun global.


Adapun beberapa keburukan dari monopoli, yaitu sebagai berikut.

  1. Harga sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan pemegang monopoli, sehingga memungkinkan terjadi permainan harga yang dapat merugikan konsumen.
  2. Konsumen tidak memiliki alternatif pilihan baik yang menyangkut kualitas maupun harga barang.
  3. Adanya monopoli yang diberikan pemerintah, menyebabkan proses produksi berjalan kurang efisien, etos kerja rendah, dan layanan kepada konsumen kurang memuaskan.
  4. Monopolis dapat melakukan kebijakan diskriminasi harga (price discrimination). Misalnya, penetapan harga karcis bioskop yang dikelola “group 21(Twenty One)”. Jika menonton bioskop di Bandung Supermall (BSM) harga karcisnya mencapai Rp25.000,00 per orang, di Bandung Indah Plaza (BIP) hanya Rp15.000,00 per orang.

2) Pasar Oligopoli

Sebagaimana istilah monopoli, istilah oligopoli juga berasal dari bahasa Yunani, yakni oligospolein yang berarti “beberapa penjual”. Berdasarkan arti kata tersebut, pasar oligopoli dapat diartikan sebagai pasar yang hanya terdiri atas beberapa perusahaan atau penjual yang menjual produk
homogen (sejenis).

Pasar oligopoli terdiri atas dua perusahaan atau dua penjual saja disebut pasar duopoli. Produk yang dijual dapat berupa produk yang identik (homogen) maupun produk yang terdiferensiasi. Produk yang identik (homogen) misalnya, sama-sama menjual besi. Adapun yang dimaksud dengan diferensiasi produk adalah produk yang memiliki karakteristik yang bervariasi. Misal, produk telepon seluler masing-masing memiliki banyak karakteristik yang berbeda baik dari ukuran, berat, model, dan fitur.
Pengertian Pasar Persaingan Tidak Sempurna, Macam-macam, Jenis Dan Contohnya Secara Lengkap


Pasar Persaingan Monopolistik

Dalam kehidupan sehari-hari, jarang dilihat pasar persaingan sempurna maupun pasar monopoli secara murni. Justru bentuk pasar yang banyak ditemui adalah bentuk pasar monopolistik. Bentuk pasar monopolistik ini ada di antara pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli.

Dikatakan mengandung persaingan sempurna karena pada pasar monopolistik terdapat banyak perusahaan atau penjual tersebut yang memiliki pangsa pasar (market share) yang cukup besar sehingga tidak dapat memengaruhi pasar. Oleh karena itu, dalam industri terdapat banyak perusahaan.

Perbedaan pasar monopolistik dengan pasar persaingan sempurna terletak pada produk yang dijual. Jika pada pasar persaingan sempurna produk yang dijual identik (bersifat sama), pada pasar monopolistik produk yang dijual merupakan produk yang terdiferensiasi (diferensiasi produk).

Adanya diferensiasi produk telah mendorong perusahaan atau penjual melakukan persaingan nonharga (non-price competition) melalui iklan, diskon, dan hadiah-hadiah. Oleh karena itu, jika dalam persaingan sempurna produsen tidak menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam
membeli produk, dalam pasar monopolistik produsen suatu produk justru menjadi penting bagi konsumen.

Misalnya, seorang pria yang selalu memakai produk sabun mandi merek “HARY” dan tidak mau memakai produk sabun mandi dari perusahaan lain. Dalam hal ini terlihat bahwa perusahaan sabun mandi “HARY” memiliki daya monopoli meskipun terbatas.

Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa pasar persaingan monopolistik memiliki ciri-ciri sebagai berikut.


  1. Jumlah penjual dan pembeli pada pasar persaingan monopolistik cukup banyak, tetapi tidak sebanyak seperti pada pasar persaingan sempurna.
  2. Produk yang diperjualbelikan merupakan produk yang terdiferensiasi dan bukan produk yang identik.
  3. Penjual bebas keluar dan masuk ke pasar.
  4. Perusahaan lebih terdorong untuk melakukan persaingan nonharga (non price competition), misalnya melalui iklan untuk membangun kepercayaan konsumen terhadap produk perusahaan.

3) Pasar Monopsoni

Jika pada pasar monopoli hanya terdapat satu penjual dengan banyak pembeli, pada pasar monopsoni hanya terdapat satu pembeli dengan banyak penjual. Pasar monopsoni banyak ditemukan di masyarakat pertanian.

Beberapa contoh dari pasar monopsoni, yaitu sebagai berikut.


  1. Petani singkong menjual hasil panennya hanya kepada satu perusahaan keripik singkong.
  2. Peternak ayam potong menjual daging ayamnya hanya kepada penjual daging ayam tertentu atau ke Koperasi Peternakan.


4) Pasar Oligopsoni

Pasar oligopsoni adalah suatu bentuk pasar yang dikuasai oleh lebih dari dua orang pembeli dengan penawaran dari sejumlah penjual. Setiap pembeli memiliki peran cukup besar untuk memengaruhi harga yang dibelinya. Bentuk pasar ini merupakan kebalikan dari struktur pasar oligopoli. Seperti halnya monopoli, oligopsoni merupakan bentuk pemusatan pembeli. Oligopsoni merupakan suatu bentuk pasar yang terdiri atas pembeli-pembeli besar dan pembeli-pembeli kecil.


EmoticonEmoticon